Desa Wisata Penglipuran Bali Bikin Hati Adem

Posted on

Siapa yang tidak kenal dengan pulau Bali? Bali merupakan pulau adalah yang kaya akan budaya dan keseniannya yang memberikan daya tarik bagi para wisatawan. Terdapat beberapa desa yang ada di Bali yang memiliki tradisi mempertahankan budaya leluhur yang sampai saat ini masih berlangsung yaitu desa trunyan dan desa Penglipuran.

Desa Wisata Penglipuran Bali
Desa Wisata Penglipuran Bali

Lokasi Desa Penglipuran Bali

Anda pernah mendengar desa wisata Penglipuran? Penglipuran merupakan kawasa pedesaan yang memiliki tatanan yang unik dari desa tradisional di Pulau Bali, lokasi desa Penglipuran tepatnya di desa  di kelurahan Kubu Kabupaten Bangli, 5 km dari pusat kota Bangli dan 45 km dari pusat kota Denpasar. Desa adat Penglipuran ini menjadi salah satu tujuan wisata yang ada di Bali yang tidak kalah menariknya bila dibanding dengan obyek wisata lainnya seperti pantai kuta, pantai sanur, tanah lot,dll.

Jalan-Jalan di Desa penglipuran Bali
Jalan-Jalan di Desa penglipuran Bali
keunikan desa penglipuran
keunikan desa penglipuran

Objek wisata desa Penglipuran Bali ini diresmikan oleh pemerintahan Bangli pada tahun 1995, Penglipuran mempunyai daya tarik dengan adat budaya tradisionalnya yang memperlihatkan sebuah desa dengan tatanan dan struktur yang sangat unik dan menarik, terlihat sangat rapi dan bersih sehingga Pemerintahan Bangli telah memberikan penghargaan Kalpataru, yaitu salah satu penghargaan yang diberikan atas prestasinya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia. Jumlah Penduduk desa Penglipuran sekitar 743 jiwa, mata pencaharian mereka petani dan membuat kerajinan tangan.

Wisata Lainya:   Yuk Main Ke Pantai Melasti Tabanan Bali

Desa adat Penglipuran adalah desa yang dari dulu sampai sekarang masih mempertahankan warisan leluhur, bangunan rumah satu dengan yang lainnya sangat mirip dan jarak rumah berdekatan. Keistimewaan dari rumah-rumah adat Penglipuran ini memperlihatkan pintu gerbang rumah yang dihiasi ukiran dan ornament khas bali yang dikenal dengan istilah “angkul-angkul” atau nama lainnya “Pamedal” yang dijadikan sebagai pintu masuk pekarangan rumah adat Bali. Penempatan angkul-angkul memiliki makna dan fungsi tersendiri yang dapat menentukan kehidupan rumah tangga, dikatakan bahwa jika mempunyai lebih dari satu angkul-angkul maka mereka kehidupannya sangat boros, bahkan bisa juga anggota keluarganya mudah sakit dan dapat terjadi perselingkuhan.

Keindahan Desa Wisata Penglipuran Bangli memberikan kesan yang menarik dan nyaman bagi para wisatawan, suasana yang tenang dan damai, udaranya yang sejuk membuat mereka enggan meninggalkan tempat ini, desanya yang asri sudah bisa dirasakan saat wisatawan masuk dipedesaan ini, nuansa kehijauan dan tatanan rumah yang rapi. Area pemukiman yang bebas kendaraan roda empat, seluruh bangunan rumah terbuat dari batu bata merah serta anyaman bambu. Jumlah Penduduk desa Penglipuran sekitar 743 jiwa, mata pencaharian mereka petani dan membuat kerajinan tangan.

Wisata Lainya:   Piknik Asik di Pantai Lovina Singaraja Bali

Sejarah Desa penglipuran Bali

Konon desa Penglipuran ini diambil dari kata “Pengeling Pura” yang artinya tempat suci atau pura untuk mengenang para lelulur. Namun ada yang berpendapat bahwa penglipur berasal dari kata “Penglipur” yang berarti Penghibur, dahulu desa ini dijadikan sebagai tempat peristirahatan.

Desa adat Penglipuran Bali memiliki ciri khas antara lain bentuk bangunan yang beragam, masyarakat yang anti poligami, tata ruang desa, system adat, mata pencaharian, kesenian tari tarian, bentuk bangunan dan topografi. Keunikan ini yang membedakan dengan desa-desa yang lain. Tari yang terkenal di desa Penglipuran ini adalah Tari Baris, tarian ini amat sakral, biasanya digunakan untuk upacara dewa Yadnya, tarian ini diiringi oleh gamelan gong gede oleh sekaa gong gede desa adat Penglipuran yang diatur dalam awig-awig desa adat Penglipuran denga penarinya yaitu baris jojor 12 orang, baris presi 12 orang dan baris bedil 20 orang.