Objek Wisata Keraton Surakarta

Dan masih di solo kawan, ini malam minggu tapi lagi males keluar jadi nulis aja di website ini.  Kita akan membahas tentang object wisata keraton surakarta atau Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningkrat. 

Perlu kalian ketahui jika kalian akan berwisata ke keraton surakarta di sana ada 2 pintu masuk keraton yaitu di utara dan di selatan. Dan yang paling enak masuk dari pintu utarakita akan langsung di sambut gapura besar gapuran itu dekat dengan Jl. Slamet Riyadi kemudian akan berputar melewati alun alun utara, di alun alun utara kalian akan melihat ada 2 beringin kembar yang berada di tengah tengahnya. Dan di sisi kirinya akan melihat tembok yang tinggi seperti benteng yang bernama Baluwarti itu adalan benteng keraton temboknya sudah tua jadi agak seperti keropos-keropos gitu.

Setelah kalian melewati jalan supit urang di sebelah timur, kalian akan di sambut oleh gerbang utama keraton yang di sebut dengan Kori Branjanala Lor, dan setelah itu kalian akan melihat betapa megah dan gagahnya Keraton Surakarta. Tempat parkir, bisa langsung di depan halaman keraton, tapi sayangnya pintu dan loket masuk keraton tidak melalui pintu utama atau yang disebut dengan Kori Kamandungan. Wisatawan bisa mendapatkan tiket masuk di pintu wisata sebelah timur, biayanya untuk wisatawan domestik Rp 10.000, untuk wisatawan asing Rp 15.000 nah jika ada reporter, liputan dan bersifat komersil, kamera yang dibawa juga dikenakan biaya lho. Nah kalau mau sewa guide, ada abdi dalem yang siap menemani, tambah ongkos sekitar Rp 30.000 lagi. Keraton surakarta adalah perpaduan antara gaya eropa dan etnik Jawa dalam setiap sudut dan tata ruang Keraton.

Wisata Lainya:   4 Tempat Rekreasi Solo untuk Referensi Liburan Kamu

Secara Sejarah Keraton Surakarta di bangun oleh Pakubuwono II sekitar tahun 1744. Berbicara tentang Keraton, tak lepas dari sejarah kerajaan-kerajaan islam yang penah berjaya di tanah jawa. Ketika Kerajaan Islam Pajang mulai memperlihatkan titik surut, maka mulailah berdiri kerajaan mataram yang didirikan oleh Sultan Ageng Hanyokrokusumo. Dalam beberapa dekade, kerajaan ini sangat kuat dan jaya, namun akhir kerajaan Mataram Islam tidaklah semanis masa jayanya. Kerajaan Mataram Islam harus terpecah menjadi dua bagian barat dan timur pada tahun 1755 dengan sebuah perjanjian yang disebut perjanjian Giyanti.

Dalam kesepakatan tersebut membagi Mataram Islam menjadi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang berada di sebelah barat kali Opak Prambanan dan Keraton Surakarta Hadiningrat yang berada di sebelah timurnya. Untuk sisi sebelah barat telah dikupas ditulisan sebelumnya dan sekarang lebih mengenal tentang Keraton Surakarta/ Solo yang merupakan perpaduan antara kemegahan Eropa dan Keunikan etnik Jawa yang mempesona. Ketika  masuk kita akan disapa dengan silsilah raja Keraton Kasunanan Surakarta, yang saat ini dipimpin oleh Paku Buwono XIII. Setelah nya ada maket yang menggambarkan semua wilayah di keraton, yang bisa kita lihat walapun tidak begitu jelas karena kurang terawat. Kunjungan pertama wisatawan diarahkan ke museum yang berisi peninggalan barang-barang keraton. Seperti sejarah, alat perang, alat musik, alat masak sampai dengan seragam dan kereta kencana.

Wisata Lainya:   Tempat Wisata Kuliner Di Solo Yang Bikin Lidah Bergoyang

Di tengah museum itu ada sumur tua yang dulunya tempat bersemedi raja, airnya bisa diminum dan untuk cuci muka. Baru setelah itu kita masuk wilayah keraton yang sesungguhnya. Ada peraturan unik di sini, pengunjung yang menggunakan sandal jepit harus melepasnya, kalau menggunakan sepatu tertutup boleh, menurut abdi dalem yang sempat saya temui, ini merupakan bentuk penghormatan tamu kepada si pemilik rumah. Setelah masuk halaman keraton bagian timur ini kita akan disapa oleh halaman begitu luas dengan deretan pohon sawo yang besar dan rindang, yang kata abdi dalem, setiap pohon ada penunggunya *hati hati kesurupan. Tanah yang kita injak ada dua jenis. Dulunya hanya berupa pasir dari laut pantai selatan saja.

Tapi saat ini, tepatnya setelah letusan merapi yang terakhir, halaman ini juga dipenuhi dengan pasir merapi yang permukaannya lebih kasar. Setekah jalan jalan capek di keraton pasti kalian butuh oleh-oleh untuk keluarga di rumah, di sekitar keraton banyak sekali menyediakan oleh-oleh yang terjangkau, bisanya berupa pernik-pernik. Kalau terasa lapar atau haus, anda bisa menyewa becak atau delman untuk ke pintu keluar keraton sebelah selatan. Tepat di samping Kori Brajanala Kidul kita akan menemui beberapa warung makan yang enak-enak. Salah satu yang terkenal di sana adalah Es Plengeh, warung yang menjual es buah dengan harga Rp 3.000,00 saja per mangkok. Ok, kira kira seperti itu gambaran tentang obyek wisata keraton surakarta, dan di bawah ini kami berikan beberapa foto keraton surakarta biar kalian tidak hanya berimajinasi tapi bisa lihat dari foto hehehe.

Wisata Lainya:   Wisata Solo Malam Hari Yang Paling Jos Jos Jos

Silahkan di like dan Share!